Dinsos P2KB & P3A Bungo Bersama BKKBN Salurkan Bantuan dan Layanan untuk Keluarga Berisiko Stunting

GANYANG NEWS, BUNGO – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bungo kembali diperkuat melalui rangkaian kegiatan terpadu yang digelar oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bungo dan berbagai mitra strategis.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Kepala OPD, para camat, para Datuk Rio, ketua TP PKK Bungo, perwakilan Jasa Raharja, dan para tamu undangan lainnya.

Dalam laporan Kepala Dinas Dinsos P2KB & P3A Kabupaten Bungo Ardani menyampaikan, bahwa pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada dua dasar penting. Pertama, Surat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Nomor 902-HL.01.02-J5-2025 perihal permohonan fasilitasi pendampingan pemberian bantuan Genting. Kedua, Surat Keputusan Bupati Bungo Nomor 100.3.3.2-259-SOS-P2KB-P3A Tahun 2025 tentang Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Kabupaten Bungo.

ebagai bentuk dukungan terhadap penurunan angka stunting, terdapat empat kegiatan utama yang digelar secara bersamaan:

1. Penyaluran Bantuan Nutrisi dari PT Jasa Raharja

Sebanyak 25 paket bantuan nutrisi diberikan kepada keluarga berisiko stunting. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian PT Jasa Raharja Wilayah Jambi dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

2. Penyerahan Alat Edukasi BKB Kids Stunting

Sebanyak 10 paket alat edukasi BKB Kids Stunting secara simbolis diserahkan kepada Bunda PAUD di tingkat dusun dan kelurahan. Alat edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua terkait tumbuh kembang dan pola asuh anak.

3. Pelayanan KB Pria / MOP

Kegiatan pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) diberikan kepada tiga akseptor sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan kesadaran keluarga dalam merencanakan kehamilan, sehingga meminimalkan risiko stunting sejak dari perencanaan keluarga.

4. Penyerahan Bantuan Kursi Roda

Dari bidang sosial Dinsos P2KB & P3A Kabupaten Bungo, turut diserahkan dua unit kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai bentuk kepedulian sosial dalam mendukung aksesibilitas penerima manfaat.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Drs. Putut Riyatno.,M.Kes menegaskan bahwa fokus utama pihaknya bukan pada pencatatan angka stunting semata, melainkan penanganan keluarga berisiko stunting. Data stunting yang akurat memang berasal dari jurnal kesehatan, namun BKKBN memiliki data keluarga yang berisiko mengalami stunting dan harus ditangani sejak dini.

“Keluarga berisiko stunting inilah yang harus kita tangani agar ketika melahirkan kelak, anak mereka tidak masuk kategori stunting,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan perkembangan Gerakan Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang terus digalakkan di Provinsi Jambi. Target Genting secara provinsi adalah 13.334 keluarga, namun hingga kini telah tercapai lebih dari 24.300 keluarga, atau sekitar 180 persen.

Meski capaian edukasi cukup tinggi, intervensi nutrisi masih perlu dikuatkan. Dari 24 ribu lebih sasaran, baru sekitar 3.000–4.000 keluarga yang menerima dukungan nutrisi.

Untuk Kabupaten Bungo sendiri, target Genting adalah 1.406 keluarga, namun telah berhasil mencapai 1.926 keluarga, meski capaian intervensi nutrisi masih berada di angka 220 sasaran.

Ia juga menyampaikan adanya empat jenis intervensi yang dapat dilakukan dalam program Genting, yaitu:

1. Bantuan nutrisi,

2. Penyediaan air bersih,

3. Perbaikan rumah tidak layak huni, dan

4. Edukasi atau penyuluhan.

Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BKKBN Provinsi Jambi, mitra swasta, organisasi masyarakat, dan seluruh unsur pemerintahan yang selama ini bekerja dalam penanganan stunting.

Beliau menegaskan bahwa stunting adalah persoalan bersama yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan dukungan seluruh masyarakat.

“Upaya penurunan stunting tidak cukup hanya dengan program. Perlu gotong royong. Perlu kepedulian. Ketika semua elemen bergerak, hasilnya akan nyata,” ujarnya., Kamis (11/12/2025)

Wabup juga mendorong agar gerakan-gerakan lokal seperti orang tua asuh, sedekah rutin, dan bantuan nutrisi dapat terus diperluas hingga ke seluruh kecamatan di Kabupaten Bungo.

Kegiatan terpadu ini menjadi bukti nyata bahwa percepatan penurunan stunting dapat dilakukan dengan kolaborasi lintas sektor. Melalui sinergi antara pemerintah, BKKBN, mitra usaha, organisasi sosial, dan masyarakat, target menekan angka stunting di Kabupaten Bungo diyakini dapat tercapai.

Diharapkan bantuan nutrisi, edukasi, layanan KB, dan dukungan sosial yang diberikan hari ini dapat memberikan dampak langsung bagi keluarga berisiko stunting dan turut memperkuat kualitas generasi masa depan di Kabupaten Bungo.

Acara di lanjutkan dengan pemberian bantuan kepada penerima

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *