GANYANG NEWS, BUNGO – Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo melalui bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) berhasil raih 4 penghargaan di tingkat Provinsi Jambi. Kepala Dinas Kesehatan Bungo dr.Safarudin Matondang.,M.Ph kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat percepatan program kesehatan, khususnya di bidang KESMAS dan P2P.
Hal ini disampaikan dalam agenda internal sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja para tenaga kesehatan yang telah aktif menjalankan program di berbagai lini pelayanan.
Kepala Dinas Kesehatan dr.Safarudin Matondang,M.Ph menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh staf dan tenaga kesehatan, terutama di Bidang Kesehatan Masyarakat (KSMAS) dan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), yang dinilai berhasil mengawal pelaksanaan 12 Standar Pelayanan Minimum (SPM) di sektor kesehatan.
“Terimakasih kepada bidang kesmas 4 penghargaan dan bidang P2P 1 penghargaan sudah berikan terbaik untuk Dinas Kesehatan Bungo dan juga terima kasih buat seluruh puskesmas sekabupaten bungo dan bidang bidang lainnya di dinas kesehatan bidang SDK dan bidang pelayanan serta uptd dalam lingkup dinkes bungo.
Menurutnya, capaian tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya penguatan, koordinasi, dan komitmen dari seluruh tim, mulai dari KSKTP, petugas KSMAS, hingga tenaga kesehatan di lapangan. Atas kerja keras tersebut, pada peringatan HKN 2025 lalu, Bidang KSMAS berhasil meraih empat penghargaan, sementara Bidang P2P mendapatkan satu penghargaan, sebagai bukti nyata keberhasilan pengelolaan program.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan juga menyoroti fokus kerja untuk tahun mendatang, terutama terkait penanggulangan Tuberkulosis (TBC) yang saat ini tengah dalam audit dan evaluasi bersama. Realisasi penanganan kasus TBC di tahun berjalan baru mencapai 60% dari target 90%, karena sebagian besar pasien masih berada dalam proses pengobatan yang memakan waktu 6 hingga 9 bulan.
“Data ini belum bisa disimpulkan sebagai akhir karena pengobatan TBC membutuhkan waktu panjang. Namun kita tetap melakukan follow-up dan evaluasi secara berkala,” ujarnya.
Evaluasi lebih lanjut akan dilakukan pada Desember 2025 sesuai arahan Bupati Bungo dan komitmen yang telah disampaikan kepada pihak BPK. Salah satu catatan penting yang akan dibenahi adalah masih kurangnya kontrol, koordinasi, dan peran lintas sektor dalam pelaksanaan program TBC selama tahun sebelumnya.
Dengan perbaikan sistem pengendalian, penguatan kerja sama lintas sektor, serta peningkatan kinerja lapangan, Dinas Kesehatan optimistis target penanggulangan TBC ke depan dapat tercapai lebih maksimal
