GANYANG NEWS, BUNGO – Dinas Kesehatan Bungo terus mengupayakan percepatan pemenuhan Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui berbagai langkah strategis, termasuk memperkuat peran tenaga kesehatan di lapangan. Saat ini CKG sudah mencapai 30% Intervensi Layanan Primer (ILP) telah berjalan di seluruh Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di wilayah Kabupaten Bungo.
Menurut Kepala Dinas Dinas Kesehatan Kabupate Bungo dr.Safarudin Matondang.,M.Ph mengambil langkah lebih lanjut seperti melibatkan komunitas masyarakat melalui pertemuan di balai desa juga direncanakan apabila dibutuhkan.
Pertemuan komunitas ini diharapkan dapat memperkuat edukasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar, termasuk pemenuhan CKG.
“Kita upayakan dulu langkah-langkah internal. Kalau ke komunitas masyarakat, nanti bisa kita lakukan melalui pertemuan-pertemuan di balai desa untuk pelaksanaan CKG,” ungkap kadis kesehatan Bungo, dr.Safarudin Matondang,M.Ph
Dinkes Bungo mengakui bahwa salah satu kendala di lapangan adalah kesibukan warga, terutama di wilayah kecamatan yang mayoritas bekerja di kebun atau sawah sejak pagi. Kondisi ini membuat mereka sulit memanfaatkan layanan kesehatan pada jam kerja reguler.
“Kendala kita itu biasanya karena ketidak sempatan warga di jam tertentu. Mereka dari pagi sudah ke kebun, jadi waktunya tidak sesuai dengan jam pelayanan,” jelasnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Puskesmas di Kabupaten Bungo memastikan tetap membuka layanan pada sore hari sebagai alternatif bagi masyarakat yang tidak sempat datang di pagi atau siang.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan pelayanan sore hari. Memang jumlah tenaga kesehatan tidak sebanyak pagi hari, tapi pelayanan tetap berjalan,” tambahnya.
Pemerintah juga berharap adanya dukungan dari lintas sektor untuk memperkuat pelaksanaan ILP dan percepatan CKG. Kolaborasi yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, perangkat desa, serta masyarakat diharapkan dapat mewujudkan pelayanan yang maksimal.
